^^

Terimakasih atas kunjungannya^^ Semoga harimu selalu dipenuhi dengan kesenangan dan keberkahan. Sudahkah anda bersyukur untuk hari ini??

Kamis, 05 November 2020

Bertemu Mutualan dari Sosmed? Apa rasanya?

Hari ini adalah janjiku dengan teman untuk mengerjakan tugas kuliah di luar rumah tepatnya di perpustakaan daerah tempat tinggal kami.

Stelah menyelesaikan tugas kuliah, ada direct message di Twitter dari salah satu mutualan*. Mutualku ini adalah orang yang berkuliah di universitas yang sama denganku, namun tidak saling kenal di dunia nyata. Kita berkenalan lewat Twitter karena mengikuti base** kampus. 

Dia mengirim dm bahwasanya dia sedang berada di kotaku dan mengajak bertemu di dunia nyata.
Kebetulan aku bersama temanku sedang akan bersiap-siap pulang dan meeting point yg dimaksud searah dengan jalan pulang. Akhirnya setelah berdiskusi panjang dengan temanku, kita pun sepakat untuk bertemu sebentar saja.

Kok mau diajak ketemuan sama orang di sosmed?
Jadi gini, sebelumnya aku belum pernah bertemu dengan teman sosmed secara langsung karena alasan takut, malu, takut gak bisa sinkron ngobrolnya ataupun nanti ngilang setelah ketemu karena gak sesuai ekspektasi. Maklum ya, secara foto-fotoku yang ada di sosmed itu kadang beda dengan aslinya. Ya gimana, udah bawaan kameranya kalo foto jadi bagus wkwkwk 

Alasan aku mau ketemu sama dia karena:
1. Jelas identitasnya ( satu univ dll)
2. Alasannya cari teman
3. Waktu dan meeting point wajar
4. Ada teman yang bisa nemenin hehehe

Sebelumnya, aku berdiskusi dengan temanku ini gimana ya ketemu orang baru? Nanti bakal canggung gak ya? Trus setelahnya, bakal ngilang gak? Dll dll.

Awalnya, ku tolak untuk bertemu karena alasan2 insecuritas, namun di sisi lain ada rasa ingin membuktikan apakah insecuritasku terbukti atau tidak. Maka, ku putuskan untuk mau bertemu meski hanya say 'Hi' saja.

Beberapa menit kemudian, kami sampai di meeting point yang telah ditentukan.
Akupun akhirnya bertemu dengan mutual twitter dan mengobrol beberapa topik ringan. 

Ah.. ternyata insecuritasku tidak terbukti. 
Aku pun bercerita bahwa sebelum bertemu, aku sangat insecure dan khawatir tentang hal-hal yang tidak penting.
Namun, katanya insecuritas itu muncul karena circle pertemanan yang gak setara, lalu terlalu banyak memikirkan respon orang lain terhadap diri kita, padahal gak setiap orang akan memikirkan ke arah sana ataupun memikirkan apa yang aku pikirkan. 

Intinya, yang kutangkap adalah selagi tidak ada geliat-geliat mencurigakan ya tidak papa bertemu dengan orang baru, cari teman. Akupun mendengar ceritanya tentang beberapa kali pengalaman dia saat bertemu mutual dari twitter dan apa yang bisa dilakukan saat bertemu.

Diapun bercerita indikasi ajakan bertemu orang baru yang patut untuk dihindari, yaitu:
1. Mengajak bertemu di waktu malam
2. Mengajak bertemu di tempat sepi 
3. Mengajak bertemu hanya berdua saja, tidak boleh bawa teman.
4. Mengajak bertemu dengan memaksa.
5. Mengajak bertemu tanpa tahu identitas jelas pengguna akun.
6. Mengajak bertemu tanpa tujuan yang jelas.
7. Rasa tidak nyaman dan aman saat interaksi di dunia Maya. 

Ya begitulah, nyatanya bertemu orang baru bukan hal yang terlalu buruk. Penting kiranya menyeleksi siapa yang akan ditemui dari dunia Maya ke dunia nyata. 

Tetap waspada, tanpa berburuk sangka. 
Selamat bertemu teman baru.


In case bukan pengguna Twitter:
*Mutual: kenalan di Twitter yang mana saling mengikuti satu dan lainnya.
**Base: Akun Twitter yang berisi tweet dari pengguna yang memiliki kesamaan dalam identitas atau lainnya. Misalnya, base pecinta bakso, berarti akun tersebut biasanya digunakan untuk para pencinta baso untuk mengetweet segala hal tentang bakso, biasanya tweetnya berasal dari pengikut akun tersebut.


2 komentar:

  1. wah menarik terkadang saya juga merasa seperti itu, bahkan ketika awal kuliah sampai sekarang sudah semester 7 saya masih merasa malu untuk bertemu orang baru.

    BalasHapus
  2. Wahh.. sama nih, baru sekarang berani buat ketemu orang baru, kebetulan semester 7 juga 😅

    BalasHapus

Cari Blog Ini