^^

Terimakasih atas kunjungannya^^ Semoga harimu selalu dipenuhi dengan kesenangan dan keberkahan. Sudahkah anda bersyukur untuk hari ini??

Kamis, 17 Desember 2020

Mari Obrolkan Pernikahan tanpa Glorifikasi Berlebihan

Pernikahan selalu asik dalam sebuah pembicaraan, dari sudut manapun. Karena tidak semua orang telah berada pada fase ini. Dalam obrolan kaum muda biasanya, pernikahan dijadikan sebuah hal yang sangat luar biasa dan pencapaian yang tinggi.

Padahal pernikahan itu kan biasa saja, hanya sedikit berbeda karena ada orang lain yang hadir dalam kehidupan kita. Kehadiran tersebut tentunya membawa banyak perubahan baik yang sifatnya terprediksi maupun yang tidak. 

Babak baru kehidupan memang selalu membawa tantangan yang tak terelakkan. Oleh karenanya, sebelum menginjak babak baru tersebut idealnya seseorang mencari tahu, baik mencari pengetahuan dari berbagai sumber terpercaya dan pengalaman seseorang yang yang telah menikah.

Bagi seseorang yang telah menikah pasti mengetahui, bahwa pernikahan bukan hanya senang-senang saja namun juga bagaimana caranya hidup dengan orang lain dalam waktu yang sangat lama dengan karakter individu yang berbeda sambil berusaha memecahkan konflik bersama.

Sayangnya, pernikahan yang digaungkan di sosial media biasanya hanya berisi senang-senang, jalan-jalan, romantis-romantisan, dan hal uwu lainnya. Bukan berarti hal-hal yang menyenangkan tadi tidak terjadi dalam pernikahan, namun yang perlu diingat adalah tidak setiap hari hal tersebut terjadi juga bukan setiap saat pernikahan isinya hanya keuwuan saja.

Wah wah wah wah saya kok terlihat pesimis sekalian memandang pernikahan? Bukan sayang, saya hanya ingin ketika berbicara tentang pernikahan harus disertai dengan hal-hal logis yang mewarnai sebuah bahtera rumah tangga bukan hanya pemanisnya saja.

Memiliki teman hidup adalah dambaan semua orang, tentu saja. Nah, untuk dapat memiliki teman hidup yang tepat, tidak hanya dengan cara menerima lamaran saja nama, perlu diperhatikan banyak hal agar kita tidak salah memilih pasangan hidup. Betapa menyakitkan ketika seseorang menghabiskan hidup dengan orang yang salah.

Eeits... Pasangan hidup yang tepat adalah bukan tentang kesempurnaan an rupa ataupun kepribadian. Namun tentang bagaimana dua individu saling menerima kelebihan dan kekurangan serta saling mendukung satu sama lain menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah, wa mubaadalah. Manusia tidak ada yang sempurna itu adalah paten. Begitupun pasangan tidak ada pasangan yang sempurna yang sama sekali tidak memiliki konflik, tidak sama sekali memiliki perbedaan, ataupun masalah lainnya. 

Pasangan yang tepat adalah pasangan yang memiliki prinsip kesalingan satu sama lain dan saling berusaha untuk menjaga komitmen juga belajar menuju kehidupan yang lebih baik sedikit demi sedikit setiap harinya.

Setiap orang memiliki kriteria nya sendiri, maka definisi Pasangan yang tepat tentulah beragam. Disini Saya mau berbagi tentang apa saja ya hal-hal yang yang perlu diperhatikan kan sebelum mengambil keputusan untuk menuju sebuah pernikahan.

#1 Komitmen setia pada satu orang
Hal pertama yang mesti disadari adalah kita akan hidup dengan orang lain pada waktu yang lama.  Nah, setiap orang memiliki kepribadian yang unik. Kita siap gak sih buat menjalin relasi jangka panjang tersebut dengan satu orang yang sama dengan karakter yang berbeda. Apa yang harus dilakukan ketika terjadi perbedaan? Bisakah sama-sama membangun relasi yang saling membahagiakan satu dengan yang lain? Kalau terjadi selisih paham dan kesulitan berkomunikasi, bisa melewati tidak ya?. Komitmen setia harus dimiliki oleh keduanya karena, sebuah relasi adalah ah tanggung jawab bersama yang layak diperjuangkan dengan sekuat tenaga oleh keduanya.

#2 Menghadapi kekurangan pasangan
hidup bersama orang lain yang berbeda tentunya akan membawa perubahan pada hidup kita sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya kita telah mengetahui sedikitnya kekurangan pasangan yang terlihat seperti apakah ah dia merokok atau tidak, pemabuk atau bukan, tim bubur diaduk atau langsung dimakan?. Dari kekurangan kekurangan yang dimiliki oleh calon pasangan perlu dipilah mana nih yang bisa kita toleransi atau tidak ditoleransi sama sekali. Relasi yang kuat dibangun dari dua individu yang saling menerima. Penerimaan  

#3 Emosi dan Komunikasi
#4 Jalur Karir
#5 Finansial dan Literasi Finansial
#6 Tempat Tinggal
#7 Pembagian Pekerjaan Rumah Tangga
#8 Penerimaan Antar Keluarga
#9 Konsekuensi Lain Penikahan

(Maaf belum selesai tapi sudah setor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini