Di fase ini, ada seseorang yang merasa tak tau harus apa, harus cerita apa, harus cerita ke siapa dan kemana, bagaimana membahasakannya dengan baik, agar idenya terdengar keluhnya tersampaikan namun tidak mendapatkan cap "Curhat di Sosmed", maka mari uraikan disini saja.
Ada kisah, seorang istri yang sedang berjauhan dengan suami, kepala dia penuh dengan segala tanya, pikir, ide dan lainnya.
Suaminya terbuka akan mendengarkan apapun, namun keterbatasan waktu membuat komunikasi yang awalnya intens menjadi lebih banyak kompromi dan mengerti kondisi.
Ya, jauh disana sang kapten sedang sibuk dengan jihad nafkah materinya, dan di sini seorang istri menahan diri untuk bercerita karena takut membebani pikiran kaptennya.
Sudut pandang bisa berbeda pun bisa dipilih, apakah menganggap ini bagian dari perjuangan untuk hidup yang lebih baik di masa depan, atau menjadi calon-calon kesalahpahaman atau mungkin bisa juga menjadi celah mencari tempat lainnya untuk menumpahkan segala yang menumpuk di pikirannya (sosmed) misalnya.
Akhirnya, dia memilih sosmed tergelap dan terasing agar jauh dari pantauan publik, sosmed yang mungkin tidak bisa dibilang sosmed, mari menyebutnya privatemed.
Ya.. Pada akhirnya, mari berdamai dengan segala lika liku LDM yang akan usai pada waktunya nanti.
Perbanyak sabar, hudznuzhan, doa yang baik-baik, dan jadikanlah Allah satu2nya tempatmu bercerita, tegar ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar